3 Peran Guru di Zaman Teknologi dan Artificial Intelligence (AI)

peran guru

Ngawen – Hidup di abad 21 yang penuh dengan pertimbangan teknologi canggih membuat setiap orang termasuk siswa dan guru dituntut untuk hidup berdampingan dengan teknologi. Seperti apa sebenarnya peran guru di zaman teknologi dan (Artificial Intelligence) AI seperti sekarang ini?

1. Guru Mampu Beradaptasi dengan Pemanfaatan Teknologi dan AI dalam Kegiatan Mengajar

Hal ini cukup menjadi tantangan bagi guru-guru senior yang sudah nyaman dengan metode mengajar tradisional. Di  SMK Nurul Huda Ngawen sendiri, sudah melibatkan bantuan teknologi untuk mempermudah proses pembelajaran. Seperti penggunaan proyektor dan komputer yang membuat siswa-siswi tidak jenuh dengan papan tulis.

Di beberapa mata pelajaran, penggunaan aplikasi seperti Canva, YouTube dan kahoot juga sudah diterapkan. Namun, penerapan AI di lingkungan SMK Nurul Huda Ngawen masih mengalami beberapa penolakan karena dianggap dapat menurunkan daya pikir siswa dan ketergantungan yang menyebabkan siswa tidak mau berusaha sendiri.

2. Guru Sebagai Pengawas Penggunaan Teknologi dan AI

Seperti yang sudah disinggung di atas, penggunaan Teknologi secara bebas dapat menimbulkan dampak negatif yang dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar. Misalnya, penggunaan smartphone secara bebas pada jam pelajaran dapat mengganggu fokus belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan pembatasan penggunaan smartphone dan aplikasi – aplikasi yang tidak bermanfaat.

Selain itu, penggunaan AI dapat mengancam kemampuan berpikir siswa, sehingga guru harus mampu menjadikan AI sebagai sarana berpikir yang baru. Misalnya, guru memperbolehkan siswanya menggunakan AI untuk mengerjakan tugas. Namun siswa juga harus diminta untuk mengetahui sumber informasi tersebut dan mampu untuk membuktikan kebenarannya.

3. Guru Sebagai Pembimbing Moral bagi Siswa

peran guru

Berkembangnya teknologi membuat setiap orang terlalu hanyut ke dalamnya dan cenderung mengabaikan lingkungan sekitar. Di masa kini, nilai-nilai sosial mulai memudar seiring terbatasnya interaksi antar manusia karena terlalu sibuk dengan dunia maya.

Siswa mulai terpengaruh oleh dampak negatif yang mulai menyebar melalui trend di media sosial. Guru harus mampu mencegah penyebaran pengaruh negatif tersebut. Penanaman rasa peduli harus kembali ditegakkan untuk menjaga kelangsungan-kelangsungan kehidupan yang menjunjung nilai sosial.

***

Jika disimpulkan, di era teknologi dan kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat, peran guru tidak lagi sebatas sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, pengawas, dan pembimbing karakter peserta didik.

Guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi agar pembelajaran tetap relevan dan menarik, sekaligus mengawasi penggunaannya agar tidak disalahgunakan oleh siswa. Namun, kecanggihan teknologi dan AI tidak boleh menggantikan peran utama guru dalam membangun cara berpikir kritis dan membentuk kepribadian siswa.

Selain itu, guru memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai moral dan sosial di tengah arus digital yang kerap mengikis interaksi kemanusiaan. Teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam pendidikan.

Oleh karena itu, keseimbangan antara penguasaan teknologi, pembinaan karakter, serta pengawasan penggunaan AI menjadi kunci utama terciptanya generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara moral di masa depan.

____________________________

Penulis: Siti Rahma Nuria R.